Wattpad: Sebuah Cara Untuk Menerbitkan Buku Sampai Difilmkan

Hai, Bookish Journalers! Apakah kamu termasuk pembaca cerita di Wattpad? Wattpad memang menjadi aplikasi yang banyak disukai baik oleh penulis pemula dan pembaca cerita. Aplikasi ini tersedia secara gratis dan sudah digunakan lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia. Menurut sumber aplikasi ini sudah menyita sekurang-kurangnya 16 miliar menit per bulan.

Bisa dibayangkan khan betapa besar dan luar biasa platform penulisan ini? Fenomena Wattpad dalam meningkatkan gejolak literasi tidak hanya terjadi di luar negeri saja, tapi juga di Indonesia. Sudah ada beberapa cerita di Wattpad yang akhirnya dibukukan menjadi novel. Ya, kamu tahu khan novel yang berjudul Dear Nathan, Serendipity (Erisca Febriani), A: Aku, Benci, dan Cinta (Wulanfadi), EL (Luluk HF), Revan & Reina (Christa Bella), The Perfect Husband (Indah Riyana) dan masih banyak lagi.

Beberapa novel tersebut memang sudah diadaptasi menjadi film dan mendapatkan sambutan yang cukup baik dari pecinta literasi. Bahkan untuk tahun 2019 ini sudah ada beberapa rumah produksi yang siap mengeluarkan film adaptasi dari novel yang awalnya hanya terbit di aplikasi Wattpad.

Aplikasi Wattpad sudah menggantikan beberapa peran buku yang awalnya dicetak di atas kertas. Akhirnya munculnya Wattpad menjadi ajang bagi penulis baru yang masih belajar untuk bisa mengeluarkan karya.

Sebenarnya ada alasan khusus dibalik suksesnya cerita yang ditulis dalam Wattpad sampai bisa dibukukan atau difilmkan. Nah masih ragu mau tulis cerita kamu di Wattpad? Ikuti dulu alasan dibawah ini.

  1. Kesempatan mendapatkan pembaca setia. Sebuah cerita yang dibuat dan dipublikasikan dengan Wattpad bisa mendapatkan atensi yang sangat besar dari pembaca. Sekali menulis dan memiliki pengikut maka pembaca akan terus menunggu cerita untuk di update. Terlebih lagi untuk membaca di Wattpad juga gratis.
  2. Sosial media. Peranan sosial media juga sangat besar untuk membuat sebuah karya di Wattpad mendapatkan banyak pembaca. Link cerita bisa disebarkan dengan mudah lewat Twitter, Instagram atau Facebook. Pengikut sosial media sudah pasti memiliki kesempatan besar untuk mengakses link itu.
  3. Feedback, motivasi dan gosip. Dalam Wattpad cerita harus dibuat dari bab ke bab. Proses ini membuat pembaca merasa sangat penasaran dan selalu menunggu cerita selanjutnya. Penulis bisa mengetahui opini pembaca dari komentar. Bahkan mengembangkan cerita bisa menjadi tantangan dalam Wattpad.
  4. Kesempatan dibukukan. Sebuah cerita Wattpad yang memiliki banyak pembaca biasanya akan dilirik oleh penerbit. Setelah itu, maka beberapa tulisan harus dihapus dan cerita berpindah ke buku. Akhirnya ini memberi nilai pasar yang cukup baik untuk buku tersebut, karena banyak pembaca yang penasaran. Ini juga yang akhirnya membuat cerita berhasil diadaptasi menjadi film.

Jika dilihat lagi memang menggunakan Wattpad sebagai jembatan untuk menulis itu memang cukup baik. Tapi dibalik semua itu, Wattpad juga memiliki persaingan yang cukup berat. Genre di Wattpad juga kurang lengkap karena tidak menampilkan pilihan tulisan non-fiksi. Update teratur seperti kejar tayang bisa memengaruhi cerita dan penulisan serta sulit untuk menerbitkan buku lagi tanpa Wattpad (untuk penulis yang pernah menerbitkan buku diawali dari Wattpad)

Apapun itu kita harus mengakui kalau Wattpad berpengaruh banyak pada dunia literasi, salah satunya adalah munculnya penulis-penulis muda berbakat. Kalau kamu sudah sering mengirimkan naskah ke penerbit dan belum berkesempatan untuk diterbitkan, coba saja peruntungan dari Wattpad. Selamat mencoba…

Penulis: Artrias Setiawan

Editor: B. Romansha

Share your thoughts