Siap-Siap Dibikin Galau oleh Sujiwo Tejo dalam Buku Terbarunya ‘Senandung Talijiwo’

Hai Bookish Journalers! Kamu sudah kangen dengan tulisan-tulisan bergaya satir dari Sujiwo Tejo? Tenang saja, di bulan April ini Sujiwo Tejo siap meluncurkan buku terbarunya yang berjudul Senandung Talijiwo. Bocoran ini sebenarnya sudah diungkap oleh Sujiwo Tejo lewat akun Instagram @president_jancukers  pada akhir Maret 2019 lalu.

“Sssttt.. bentar lagi….bukuku yang ke-21 (di antara musik2ku, film2ku, teater2ku, lukisan2ku, sarung2ku dll-ku).

Lagi, beda seniman dan artis….Artis itu jangankan menulis buku… membaca buku aja mungkin nggak pernah… heuheuheu”

Dalam unggahan itu sudah ditampilkan cover buku Senandung Talijiwo yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka dengan warna putih dan gambar ilustrasi perempuan dan laki-laki. Dari blurb-nya juga sudah bisa dibayangkan kalau buku terbaru ini pasti membuat pembacanya super galau.

Pembaca akan mendapatkan sebutan sebagai “Kekasih” seperti yang biasa dilontarkan oleh Sujiwo Tejo dalam twit #Talijiwo. Tokoh dalam cerita ini masih menggunakan karakter Pak Sastro dan Bu Jendro. Bahasan utama dalam kisah buku ini tidak melulu tentang ramainya politik negeri ini tapi juga hal-hal ringan sehari-hari. Mulai dari sikap ketika harus memutuskan pacar setelah ngapel ke rumah, apa yang terjadi setelah pacaran, menikah, serta masih banyak pertanyaan lain.

Setiap bagian buku ini juga dilengkapi dengan senandung Talijiwo yang khas dan menusuk perasaan pembaca. Dijamin kata-kata dalam buku ini akan membuat pembaca tidak sabar untuk menikmati lembar demi lembar sampai akhir cerita.

Sekilas Tentang Sujiwo Tejo

Budayawan Sujiwo Tejo bernama asli Agus Hadi Sudjiwo lahir pada 31 Agustus 1962 di Jember, Jawa Timur. Meskipun beliau pernah menempuh pendidikan di ITB, tapi pada akhirnya merubah arah karirnya di bidang seni. Pengalamannya sebagai jurnalis, penulis, seniman, dan sutradara tidak perlu diragukan lagi. Beliau pernah bekerja di Kompas selama 8 tahun, lalu bermanuver menjadi pelukis, dalang, sutradara film dan teater, pemusik, dan penikmat seni. Gaya karya sastranya tidak hanya berfokus pada kisah nyata yang dihadapi manusia saat ini, tapi juga mengikuti beberapa perkembangan aspek sosial, budaya, teknologi dan hubungan manusia.

Penulis: Artrias Setiawan

Editor: B. Romansha

Share your thoughts