Sebuah Renungan Tentang Keberadaan Tuhan dari Hairus Salim dalam Tuhan yang Tersembunyi

Memasuki hari pertama puasa di bulan Ramadhan 1440 H ini tentunya masih tetap semangat dong untuk melakukan aktivitas. Nah, salah satu aktivitas yang satu ini jangan sampai terlewatkan ya, yakni membaca buku. Membaca itu menyenangkan kok! Ini bisa jadi salah satu bentuk kegiatan kalian di sore hari sebelum buka puasa.

Untuk mengisi ngabuburit Bookish Journalers, ada buku baru dari penerbit Buku Mojok karya Hairus Salim berjudul Tuhan yang Tersembuyi: Renungan dari Balik Aksara. Hairus Salim yang merupakan peneliti legendaris Yogyakarta ini ingin memperlihatkan karya sastra dengan jitu tentang paradoks agama. Sebuah ajakan untuk menertawakan, menelusuri, memikirkan, dan akhirnya merenungkan makna kebenaran.

Tuhan yang Tersembunyi: Renungan dari Balik Aksara bukan sekedar kritik sastra. Sebaliknya, yang Hairus tawarkan ialah perihal bagaimana kita dapat memandang sebuah kerumitan kehidupan dan jalinan keagamaan di dalamnya melalui karya sastra dengan 216 halaman buku. Proses perenungan dan pencarian yang mengejutkan, menggetarkan sekaligus juga indah. Tentang pandangan terhadap spritualitas, hubungan antar manusia, relasi antar keyakinan, dan akhirnya tentang kehadiran Tuhan.

Buku yang sudah membuka pre-order sejak 5 Mei hingga 13 Mei 2019 mendatang ini menghadirkan kisah seorang yang tampaknya kecu akan tetapi menyimpan kepribadian seperti malaikat. Lalu sebaliknya, mereka yang dipandang alim ternyata memiliki kejahatan juga. Dilema-dilema yang dihadapi dalam kehidupan membuat orang tak sepenuhnya bisa menjadi orang baik, tapi juga tidak akan sepenuhnya menjadi orang jahat.

Pada intinya, Hairus berharap melalui karyanya Tuhan yang Tersembunyi: Renungan dari Balik Aksara para pembaca dapat bersama-sama memahami bahwa keraguan dan pencarian yang bersifat teologis dan spiritual bukanlah sesuatu yang tabu.

Tunggu apalagi, segera miliki karena buku ini dapat dinikmati dari berbagai macam kepercayaan. Tidak ada spesifikasi khusus, siapapun bisa membacanya.

Penulis: Ayu Pratiwi

Editor: B. Romansha


Share your thoughts