Perempuan Harus Melawan dalam Buku Muslimah yang Diperdebatkan

Banyak tafsir Islam yang menyuarakan kesetaraan gender, namun belum menjadi hal yang mainstream lantaran penggunaan bahasanya yang terlalu tinggi, jauh dari kehidupan sehari-hari. Dalam hal kesetaraan gender dan pembahasan tentang Islam inilah, Kalis Mardiasih mencoba menuangkan gagasannya lewat bukunya yang berjudul Muslimah yang Diperdebatkan.

Berbicara soal keislaman dan perempuan, dalam buku Muslimah yang Diperdebatkan ini Kalis terinspirasi dari pengalaman yang ia rasakan. Menurutnya pengalaman adalah modal paling penting dibanding teori. Dirinya ingin mendokumentasikan keberagaman yang ia lihat dengan gaya tulisan sarkas, lucu, dan menyerang. Menyerang dalam arti dapat menimbulkan gagasan-gagasan baru yang bisa dijadikan bahan diskusi selanjutnya.

Menulis sudah ditekuni Kalis sejak zaman kuliah lantaran desakan ekonomi pada saat itu. Dirinya mulai dikenal publik ketika tulisannya yang berjudul “Sebuah Curhat Untuk Girlband Hijab Syar’i” terbit di situs Mojok.co dan telah dibagikan lebih dari 17 ribu kali. Bermula dari tulisannya yang viral itulah, ia rajin menulis dan tak pernah bergeser dari isu perempuan.

Buku kedua Kalis yang sudah dapat dinikmati sejak awal April lalu menimbulkan banyak pertanyaan seperti, mengapa perempuan selalu salah? Mengapa ia tak boleh bicara? Mengapa perempuan harus menjadi pihak yang paling ikhlas, paling sabar, dan paling tak boleh melawan?

Dari pertanyaan inilah Kalis tergerak untuk memperjuangkan hak perempuan. Menurutnya harus lebih banyak perempuan lagi yang sadar akan hal ini. Padahal, terjaminnya hak atas pendidikan, ekonomi, hingga kebebasan bersuara yang terbuka untuk perempuan saat ini merupakan perjuangan panjang sejak era kolonialisme.

Narasi dalam buku Muslimah yang Diperdebatkan ini berfokus kepada tubuh, kerudung, kemanusiaan, dan kereligiusan  perempuan. Dalam tataran tertentu, ia belajar dari mereka yang dianggap primitif tentang nilai-nilai kemanusiaan yang ia rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk perempuan di luar sana, jadikan buku ini sebagai bekal kalian untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.

Penulis: Ayu Pratiwi

Editor: B. Romansha

Share your thoughts