Ulasan Film The Death Cure, Terakhir dari Seri Maze Runner

Sudah nonton film ketiga Maze Runner, yakni The Death Cure?

 

Sepakat, dong, filmnya keren banget!

 

Dipenuhi adegan aksi dan latar tempat yang menarik. Kesan distopia ditunjukkan dengan sesuai. Tempat yang tak seharusnya terlihat futuristik tidak “didandani” menjadi tidak semestinya.

Musik latarnya juga oke banget, kan? Sesuai sekali mengimbangi macam-macam rasa dari adegannya.

Aktingnya? Pas! Para pemain berhasil membawa penonton benar-benar merasakan situasinya. Saat si Newt kesal, saat Minho ketakutan, saat Brenda bersemangat, dan lain-lain.

Dialognya memang kadang terasa kurang, tapi beberapa kutipan dari buku tidak ketinggalan disertakan di filmnya walaupun di bagian yang agak berbeda.

Alur ceritanya juga menarik.

 

Memang, banyak perbedaan dengan novelnya.

Adegan pembukanya saja sudah beda. Di awal film, Thomas, Newt, dan Vince serta Brenda dan Jorge berusaha membajak kereta yang membawa Gladers (termasuk Minho ada di sana). Kemudian, terjadi kesalahan yang agak lucu, tapi membawa dampak begitu besar. Thomas bersama teman-temannya memutuskan menerobos markas WICKED, pusat penelitian terhadap obat penyembuh Flare. Dalam prosesnya, mereka bertemu para Crank (orang yang terkena virus Flare dan menjadi seperti zombie), tetapi yang belum terlalu parah. Nah, bagian Crank ini jelas berbeda dengan bukunya. Di buku, ada lebih banyak adegan menegangkan dikelilingi Crank.

Dan, ya ampun, yang sudah nonton pasti setuju ada adegan-adegan yang membuatmu sangat sedih. Adegan ini di buku juga dituliskan dengan cukup berbeda.

 

Yang masih ingat detail novelnya bisa saja jadi cenderung membandingkan film dengan novel (tapi mungkin tidak juga! Karena filmnya juara dengan caranya sendiri).

 

Tapi, yang sudah nonton, sayang banget kalau tidak baca novelnya. Karena, novelnya menyuguhkan cukup banyak hal berbeda di sana dan sini. Dan tentu saja, juara juga dengan caranya sendiri!

 

 

Kamu bisa melengkapi novel seri Maze Runner-mu sekarang juga, sebelum menonton ulang seluruh filmnya.

  • The Maze Runner. Thomas hilang ingatan, bertemu Glader lain, berada di labirin dan menjadi Runner. (bisa beli di sini)
  • The Scorch Trials. Keluar dari labirin, Thomas dan teman-teman harus bertahan hidup di gurun dan dari Crank. (bisa beli di sini)
  • The Death Cure. WICKED mengincar Thomas karena dia bisa membuat penelitian mereka menemukan titik terang. (bisa beli di sini).

 

Selain yang difilmkan, ada pula dua novel prekuelnya,

  • The Kill Order. Beginilah ketika virus Flare mulai menyerang dan kisah keadaan dunia saat itu. (bisa beli di sini)
  • The Fever Code. Menceritakan Thomas sebelum dia kehilangan ingatan dan ada hubungannya dengan labirin, Flare, dan obatnya. (bisa beli di sini).

 

Pasti jadi semakin kepengin baca semua bukunya, kan?

Yuk!

Yang jelas, pasti sensasinya berbeda dengan menonton filmnya dan kita bisa mendapatkan cerita yang tidak muncul di film!

 

4 Comments

Join the discussion and tell us your opinion.

Ezza Rachmadivareply
February 13 at 09:02 AM

Wah bikin penasaran ya, apalagi saya menyukai film & novel dengan genre seperti ini. Sayangnya belum bisa nonton, telat banget kan ya ?

J Journalreply
February 13 at 10:02 AM
– In reply to: Ezza Rachmadiva

Yuk, baca dulu, Za. Belum telat. ? Terus nonton, deh. ???

Mlndmysreply
February 13 at 01:02 PM

Meskipun ada dibagian film dan buku yg berbeda, tapi tetep sama2 keren sih..

J Journalreply
February 13 at 04:02 PM
– In reply to: Mlndmys

Setuju! 😉

Leave a reply