Proses The Perfect Husband dari Novel hingga Film

Arsen, pilot yang supersabar menghadapi Ayla, perempuan yang dijodohkan dengannya. Ayla menghalalkan semua cara agar perjodohan mereka dibatalkan. Sementara Arsen punya segudang cara untuk merebut hati Ayla. Karena Arsen percaya, Tuhan sengaja mempertemukan dengan seseorang yang belum baik untuk mengubahnya menjadi baik.

Familiar dengan kisah di atas?

Benar, ini adalah novel The Perfect Husband karangan Indah Riyana. Indah juga punya novel lain, The Perfect Love.

Film The Perfect Husband sebentar lagi rilis, lho, filmnya. Ini dia trailer-nya

Bookish Journal sempat ngobrol dengan Indah Riyana seputar novel dan film The Perfect Husband. Yuk, simak apa kata penulisnya.

Bookish Journal (BJ): Hai, Kak! Kenalin diri Kakak, ya!

Indah Riyana (IR): Halo, perkenalkan namaku Indah Riyana. Aku penulis novel The Perfect Husband dan The Perfect Love yang sudah bisa didapatkan di toko buku di seluruh Indonesia!

 

BJ: Ceritain sedikit, dong, Kak, The Perfect Husband itu tentang apa?

IR: Bercerita tentang novel The Perfect Husband. Novel tersebut menceritakan kisah seorang laki-laki yang memiliki sifat sabar saat menghadapi seorang perempuan dengan sifat menyebalkan. Ayla, si karakter perempuan itu menolak di jodohkan dengan Arsen, si laki-laki yang berprofesi menjadi pilot. Ayla menghalalkan segala cara agar perjodohan mereka batal. Tapi Arsen punya segudang cara utk merebut hati Ayla. Karena Arsen percaya, Tuhan sengaja mempertemukan dengan seseorang yang belum baik utk merubahnya menjadi baik.

 

BJ: Gimana novel The Perfect Husband bisa difilmin, Kak?

IR: Kalau ditanya gimana TPH bisa difilmkan. Aku selalu menganggap kalau ini adalah rezeki yang Allah kasih ke aku. Ini adalah jawaban dari perjuanganku selama menulis meski masih banyak perjuanganku yang lainnya. Semoga ini bisa jadi batu loncatan untuk karirku di masa depan! Xixi. Awalnya, novel ini sempat di tawarin oleh dua PH ternama. Dan bersyukur bgt. Tapi aku menpercayakan novelku kepada PH ini:) semoga saja.

 

BJ: Kalau proses pembuatan filmnya? Pernah ketemu Dimas dan Maxime, Kak? *eh

IR: Kalau proses pembuatan filmnya, sayangnya aku belum pernah bertemu dengan si artis pemeran itu sama sekali. Dikarenakan domisiliku yang jauh dan aku ada kesibukan lain juga. Mungkin di lain waktu semoga bisa bertemu dengan mereka!

 

BJ: Sejauh yang Kakak lihat/tahu, gimana komentar Kakak dengan versi filmnya? Mungkin ada bagian yang memang dibuat berbeda dengan bukunya?

IR: Komentarku dengan versi filmnyaaa. Mungkin kita lihat aja nanti gimana hasil filmnya. Aku kan juga belum nonton filmnya karena belum tayang juga hehe. Intinya TPH versi film memberikan suasana baru dan daya baru yang lebih ke remaja

 

BJ: Oke, Kak! Terima kasih banyak atas waktunya. Dah!

IR: Terima kasih banyak yaaa, senang bisa berbagi dengan kalian.

 

Sekarang udah tau dong, novel The Perfect Husband akhirnya bisa sampai ke layar lebar. Udah gak sabar rasanya nunggu film ini tayang di Bioskop, tunggu tanggal tayangnya 12 April 2018 Bookish Journalers!  

Share your thoughts