Toko Buku Indie Menjadi Variasi Unik Bagi Penikmat Buku Holic

Toko buku dan pembaca adalah dua hal yang tak bisa terpisahkan. Bagi kalangan pembaca yang ingin mendapatkan bacaan yang tak biasa, toko buku indie menjadi alternatif pilihan lainnya.

Toko buku independen atau biasa disingkat indie ini mempunyai perbedaan dari segi tokonya yang kecil, suasananya yang tak begitu padat, dan terdapat buku-buku dari penerbit indie. Ketiga pembeda inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat buku.

Berikut 5 toko buku indie yang bisa dijadikan pilihan untuk dikunjungi:

1. Omuniuum

Omuniuum yang berlokasi di Jalan Ciumbuleuit No. 151, Hegarmanah, Kota Bandung ini memiliki konsep “Small Shop Of Reading and Listening”. Omuniuum berdiri sejak tahun 2007 sebagai toko buku dan distributor outlet dari produk dan karya band indie.

Tidak hanya toko buku dan musik saja, Omoniuum berkembang menjadi tempat berkumpul dari banyak musisi, seniman, ilustrator, penikmat musik, dan jurnalis. Omoniuum juga terlibat dalam penyelenggaraan pertunjukan musik seperti penyedia penjualan tiket, membuka booth merchandise di venue, dan juga sebagai konsultan manajemen band.

Dibalik Omoniuum, ada sosok perempuan bernama Boit yang menjalankan bisnis ini bersama sang suami. Semua terbangun secara alami dan kini Omoniuum menjadi salah satu toko buku dan titik distribusi terbesar dengan jangkauan hingga ke pelosok Indonesia bahkan ke luar negeri. Jam operasional Omoniuum dimulai dari pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB.

2. Kineruku

Toko buku indie yang juga dijadikan sebagai kafe ini menarik perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari bacaan tentang musik sampai film tersedia di Kineruku. Selain menjual buku-buku indie, Kineruku juga menyediakan buku bacaan untuk anak-anak.

Bookish Journalers bisa mengunjunginya di Jalan Hegarmanah No. 52 Bandung dengan jam operasional mulai pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB (Senin, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu), dan pukul 11.00 WIB hingga 18.00 WIB (Minggu). Kineruku tutup di hari Selasa.

3. Lawang Buku

Deni, pendiri dari Lawang Buku memulai bisnisnya pada tahun 2001. Bisnis ini berawal dari kegemarannya mengumpulkan buku-buku antik dan membuka lapaknya sendiri di Baltos dan Universitas Kristen Parahyangan Bandung. Buku yang dijual pun beragam dari buku lawas, sejarah, humaniora,  sastra, dan buku-buku lawas lainnya.

Hal yang menjadikan Lawang Buku unik adalah toko ini menyediakan buku second hand zaman dulu yang mungkin sulit ditemukan sekarang.  Akan tetapi, saat ini Deni hanya melayani pembelian buku via online. Hal ini tidak mengurangi minat pembeli karena Deni selalu memberikan bacaan terbaru bagi para kolektor buku.

Tapi tak perlu khawatir, jika Bookish Journalers ingin melihat toko offline-nya, lapak Lawang Buku dapat ditemui pada saat pameran, seminar, maupun bazar buku. Ikuti update-an dari Lawang Buku di media sosial Instagramnya @lawangbuku atau bisa hubungi langsung melalui Whatsapp di 0856-200-9950.

4. Post


Dari tiga referensi di atas yang berkawasan di wilayah Bandung, referensi yang satu ini berkawasan di Jakarta. Tepatnya di Pasar Santa lantai atas blok AL. 01-BKS No. 66-67 Jalan Cipaku, Jakarta Selatan.

Berawal dari Maesy, Teddy, dan Nissa yang terobsesi terhadap buku, maka terbentuklah Post sejak tahun 2014 sebagai ruang para pecinta buku dengan desain yang minimalis. Tak hanya sebagai toko buku saja, Post memberi ruang bagi orang-orang kreatif untuk berdiskusi, mengadakan workshop, peluncuran buku, dan juga bedah buku untuk menambah wawasan seputar dunia perbukuan.

Post menjual koleksi buku sastra, esai, dan cerita pendek dari dalam maupun luar negeri, tentunya dengan stok yang terbatas. Post juga mengelola dan berperan sebagai penerbit independen dengan nama POST Press.

Bookish Journalers jangan sampai ketinggalan untuk berkunjung ke toko buku ini, langsung kunjungi Post yang buka pada hari Jum’at, Sabtu, dan Minggu pukul 15.00 WIB hingga 20.00 WIB.

5. Indie Book Corner

Di sudut kota Yogyakarta terdapat toko Indie Book Corner dengan suasana yang klasik dan homey. Indie Book Corner menyediakan buku-buku yang tak kalah langka dengan toko buku lainnya. Memiliki konsep yang sama dengan Post yaitu memberi ruang bagi orang-orang kreatif untuk berdiskusi dan mengadakan workshop mengenai literasi.

Indie Book Corner buka dari hari Senin-Sabtu mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB, berlokasi di Jalan Prayan I Condong Catur, Yogyakarta. Indie Book Corner juga menyediakan jasa konsultasi buku dan penerbitan indie. Bagi Bookish Journalers yang ingin menerbitkan bukunya secara indie bisa langsung kirim naskah ke email redaksi@bukuindie.com.

Dengan mengunjungi toko buku indie, penikmat buku bisa mendapatkan kepuasan tersendiri karena buku-buku yang ditawarkan terbatas dan sulit ditemukan. Bookish Journalers jangan ragu lagi untuk mengunjungi 5 toko buku indie ini ya!

Penulis: Ayu Pratiwi

Editor: B. Romansha


Share your thoughts