Memberi Tanda Kepada Pembaca bahwa Jatuh Cinta Harus Pintar Versi Febriansyah Ramadhan

“Apa dirimu pantas diperlakukannya seperti itu?”

“Apa dirimu layak menerima pengabaian yang tak berujung darinya?”

Apa yang terbesit di benak Bookish Journalers ketika membaca pertanyaan di atas?

Pahami dan resapi karena pertanyaan di atas yang merupakan bocoran dari buku Jatuh Cinta Harus Pintar karya Febriansyah Ramadhan. Sebuah buku yang tidak banyak memberikan cerita-cerita manis perihal jatuh cinta.

Penulis dibalik akun Instagram @jangandengerin membiarkan tulisannya larut dengan luka di bagian awalnya, untuk kemudian menyadarkan bahwa sakit itu harus dilawan, bukan dirawat. Memberikan tanda kepada pembaca untuk berhati-hati ketika nantinya hati hanya dijadikan tempat singgah.

Bagi para pejuang cinta, lewat buku ini kalian akan disadarkan akan cinta yang tak terbalaskan, kau masih tetap bisa hidup. Bumi senantiasa berputar, angin akan tetap berhembus, gunung akan tetap kokoh, langit akan tetap tinggi, dan laut akan tetap biru. Semuanya tetap sama. Karena ketika kau mengetahui sebuah kenyataan bahwa kau tak diinginkannya. Maka saat itu juga kau harus menyadari, kau sangat baik dalam dicintai, dijaga, dan dilidungi-Nya.

Sebagian dari Jatuh Cinta Harus Pintar adalah ungkapan terima kasih kepada seseorang yang bisa menyadarkan siapapun bisa menjadi seseorang yang paling diinginkan. Siapapun mampu berkhianat diatas segala janji. Siapapun mampu memberikan embusan surgawi meskipun pada akhirnya panas neraka yang terasa. Berterima kasih kepada seseorang yang telah memberikan ruang meski pada akhirnya merasa terusir.

Tanda-tanda selengkapnya bisa didapatkan dengan mengikuti pre-order Jatuh Cinta Harus Pintar terbitan dari Bhumi Anoma pada 25 April hingga 3 Mei 2019. Pemesanan offline ini exclusive karena akan mendapatkan diskon, totebag, qoute card, dan tanda tangan penulis. Segera masukin ke keranjang belanjaanmu ya!


Share your thoughts