Kisah Dua Jiwa yang Rapuh dalam Pemetik Bintang Karya Venerdi Handoyo

Naskah Pemetik Bintang yang ditulis oleh Venerdi Handoyo masuk dalam daftar naskah unggulan yang layak terbit dalam Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2018. Akhirnya tanggal 29 April nanti novel ini benar-benar akan masuk ke toko buku dan siap disantap oleh penikmat sastra. Tentunya terdapat beberapa perubahan dari naskah Pemetik Bintang setelah melewati beberapa revisi dari tim editor penerbit. Tapi yang pasti inti cerita dalam novel ini tidak berubah.

Novel dengan tebal 256 halaman ini akan membuat pembaca merasa terikat sampai akhir halaman. Pembaca akan mengikuti kisah perjuangan antara Rifat dan Nina. Dua manusia yang digambarkan melewati ujian hidup yang berat untuk mendapatkan rasa bahagia sebagai jiwa yang menyatu. Rifat dan Nina melalui masa-masa yang sulit ketika masih bersama sampai akhirnya terpisah karena Nina harus pergi.

Kesepian dan kesunyian menjadi unsur yang pokok dalam novel ini. Tapi dibalik itu semua pembaca juga akan tahu kisah apa yang terjadi ketika Rifat dan Nina bisa bertemu lagi. Penulis menceritakan bagaimana hidup Rifat bergulir dengan berat, bertemu dengan kisah masa lalu dan luka. Namun setelah itu kisah mereka tidak mudah meskipun untuk menemukan kebahagiaan yang kecil saja. Pemetik Bintang adalah sebuah rangkaian kisah dua manusia untuk saling melengkapi dalam kehidupan berat sekaligus rapuh.

Bahkan kerumitan kisah dua tokoh utamanya ini diilustrasikan dalam cover novelnya loh. Yuk baca Pemetik Bintang sambil ngopi…

Penulis: Artrias Setiawan

Editor: B. Romansha

Share your thoughts