Kekeliruan Orang Tua dalam Berinteraksi dengan Anak

Orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Ketika usia anak masih belia, orang tua menanamkan nilai-nilai yang mereka inginkan melekat pada anak mereka. Misalnya, menjadi anak yang sopan, mengucapkan “tolong” dan “terima kasih” pada saatnya, tidak berlaku kasar, suka membantu, rajin belajar, dan lain-lain.

Namun, pada prosesnya, secara sadar atau tidak, terkadang orang tua melakukan kekeliruan. Beberapa kekeliruan ini di antaranya, yakni

Jarang bertemu

Orang tua yang pekerjaannya memakan banyak waktu di luar rumah sering kehilangan waktu bersama anak. Hal ini lama kelamaan dapat membuat satu sama lain merasa jauh.

Kurang mengawasi

Anak-anak butuh dibimbing dan diawasi dengan porsi berbeda sesuai usianya. Namun, kadang orang tua terlalu melepas anak atau membebaskannya melakukan apa pun.

Terlalu banyak menonton televisi

Niat untuk mengisi waktu, orang tua membiarkan anak menonton televisi (TV). Padahal, tontonan di TV belum tentu sesuai untuk anak. Terlalu sering menjadikan menonton sebagai kegiatan bersama juga kurang baik karena akan membatasi interaksi orang tua dan anak.

Segalanya diukur dengan materi

Kadang, orang tua berpikir anak akan bahagia bila diberi hadiah mahal atau liburan yang jauh. Namun, kebersamaan dan niat di balik itulah yang lebih penting.

Gagal mendengarkan

Kesalahpahaman dapat terjadi di antara siapa saja. Hal ini berbeda dengan ketidakmauan mendengarkan atau belum apa-apa sudah menilai lewat persepsi sendiri. Jika begini, pendapat anak dan orang tua tidak akan menemui titik tengah.

Berat sebelah

Orang tua mungkin sering membandingkan anak yang satu dengan lainnya. Tindakan ini tidak bijak karena bisa menghambat perkembangan anak dengan kemampuan mereka masing-masing.

 

Itulah beberapa kekeliruan orang tua dalam interaksinya dengan anak.

 

Bagaimana sebaiknya? Bagaimana cara tepat memberikan pendidikan anak di rumah?

 

Kita bisa belajar dari buku Home Learning: Belajar Seru Tanpa Batas yang ditulis Natalia Ridwan, Ning Nathan, dan Yulianti Hendra. Buku ini ditulis praktisi homeschooling. Namun, pengaplikasiannya dapat lebih luas, tak sekadar untuk anak yang homeschooled.

Buku Home Learning sedang buka pre-order sampai 25 Januari 2018 di sini.

Share your thoughts