Eksklusif dari Ika Natassa tentang Film dan Novel Susah Sinyal

Film Susah Sinyal adalah film drama komedi yang mulai tayang di bioskop akhir Desember 2017. Film yang disutradarai oleh Ernest Prakasa ini dibintangi Ernest, Valerie Thomas, Adinia Wirasti, Aurora Ribero, Refal Hady, dan lain-lain. Susah Sinyal mengisahkan seorang single parent yang berprofesi sebagai pengacara. Ellen yang sibuk tak punya waktu bersama putrinya, Kiara, dan membuat anak tunggalnya itu menjadi pemberontak dan suka menumpahkan emosinya di media sosial. Karena suatu kejadian, mereka berlibur berdua di Sumba dan harus menghadapi satu sama lain.

 

Sumber gambar: instagram.com/ernestprakasa

Ini adalah kali kedua Ernest menyutradarai film, setelah sebelumnya menggarap Cek Toko Sebelah dan Ngenest. Ernest awalnya dikenal sebagai komedian yang muncul dari ajang stand up comedy. Kemudian, pria Tionghoa-Indonesia ini menulis buku dan skenario, bermain film, dan menjadi sutradara.

 

Sumber gambar: instagram.com/ikanatassa

Ika Natassa telah menerbitkan banyak buku fiksi sejak tahun 2007. Novel pertamanya yang terbit adalah A Very Yuppy Wedding dengan cerita yang sarat akan romance perkotaan. Begitu pun dengan cerita-cerita selanjutnya. Karya Ika selalu mendapat tempat di hati para pembacanya lewat tokoh yang mudah disukai dan konflik yang bikin geregetan.

 

Susah Sinyal adalah novelisasi pertama yang Ika tulis. Novel yang diadaptasi dari skenario film berjudul sama yang digarap oleh Ernest Prakasa dan Meira Anastasia ini ditulis Ika lewat kolaborasi bersama Ernest.

 

Beberapa waktu lalu, Bookish Journal berkesempatan melayangkan pertanyaan pada Ika seputar novel dan film Susah Sinyal. Mari, disimak! Eksklusif buat kamu, Bookish Journalers!

 

Bookish Journal (BJ): Apa yang membuat Mbak Ika tertarik menulis novelisasi Susah Sinyal?

Ika Natassa (IN): Selama ini aku dan Ernest sering diskusi bareng soal berbagai hal, termasuk masalah proses yang kami lakukan masing-masing sebagai kreator, dan kami memang ingin melakukan kolaborasi bareng. Saat kami sedang mengobrol itu, sebelum film Susah Sinyal rilis, Ernest bercerita tentang rencananya untuk melakukan novelisasi atas skenario Susah Sinyal, dan aku menawarkan untuk kolaborasi. Akhirnya kami mengerjakannya bersama.

 

BJ: Berapa lama pengerjaan novel Susah Sinyal?

IN: Lebih kurang 2 bulan.

 

BJ: Apakah ada kendala atau kesulitan saat menulis Susah Sinyal? Jika ada, apa?

IN: Ini merupakan pertama kalinya aku menulis bareng dengan orang lain dan juga pertama kalinya menovelisasi skenario, yang berarti aku menceritakan kisah yang sudah ditulis sebelumnya dalam format lain (dari format skenario), dan alhamdulillah tidak ada kendala karena diskusi antara aku dan Ernest selalu berjalan lancar. Tantangan buatku adalah mengerjakan project ini dalam waktu yang jauh lebih singkat dari novel-novelku sebelumnya karena kami memang ingin novel Susah Sinyal terbit tidak jauh jaraknya dari rilis filmnya.

 

BJ: Apa perbedaan novel Susah Sinyal dengan filmnya?

IN: Sebuah film memiliki batasan durasi, sedangkan penceritaan lewat novel bisa lebih merdeka dari segi halaman bahkan sudut pandang. Ada cukup banyak pengembangan yang kami lakukan dari segi backstory karakter Ellen, Kiara, keluarga Oma, Iwan, bahkan hubungan antara Ellen dan Aji. Kami ingin lewat novel ini para pembaca bisa masuk ke dalam pemikiran dan perasaan karakternya lebih dalam dan merasakan ceritanya dalam format yang berbeda karena tentu pengalaman menonton film jauh berbeda dengan pengalaman membaca.

 

BJ: Apakah tertarik untuk membuat novelisasi lagi?

IN: Saat ini belum ada rencana.

 

 

Tuh, kata Ika Natassa, novel Susah Sinyal punya bagian yang lebih menjelaskan filmnya. Ika dan Ernest juga menjalani diskusi yang lancar dalam pengerjaan novelisasi ini. Meskipun prosesnya lebih singkat dibandingkan penulisan novel Ika sebelumnya, Susah Sinyal tetap tertulis baik dalam menyampaikan pemikiran serta perasaan karakternya.

 

Kamu sudah nonton dan baca Susah Sinyal? Bukunya sudah beredar sejak 12 Februari 2018.

Baik film dan novelnya sama-sama bagus dan menjadi tontonan serta bacaan penting karena tak hanya menghibur, juga memberikan pelajaran-pelajaran.

Share your thoughts